SAB Desa Sindanghayu : “Kini Air Mengalir dari Jauh”

Memperoleh air bersih dengan mudah di Desa Sindang Hayu, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang semula hanyalah impian bagi sebagian besar warga.  Sebab mata air yang menghasil air yang jenih dan sehat, letaknya jauh di lereng bukit. Sementara untuk membuat sumur gali atau sumur pompa bor, bukanlah hal yang mudah karena sumber air tanah ternyata sangat dalam, dan terkadang terkendala kondisi tanah yang mengandung batu. Akibatnya warga masyarakat setempat harus berjalan puluhan kilo meter dan mendaki bukit untuk mengambil air. Tentu hal ini menjadi beban tersendiri.  Air bersih menjadi masalah yang harus segera ditangani.

Tahun 2012, masyarakat setempat melalui Musyawarah Desa mengajukan usulan Sarana Air Bersih (SAB) melalui PNPM Mandiri Perdesaan. Setelah melalui proses melibatkan berbagai unsur, maka usulan tersebut berhasil memperoleh dana sebesar Rp. 335.223.000 dari Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan masyarakatpun siap dengan swadaya senilai Rp. 696.000,-. Proses pelaksanaannya dikerjakan oleh TPK setempat dengan difasilitasi para fasilitator, baik di tangkat kabupaten maupun kecamatan.

Wal hasil, dari dana tersebut berhasil dibangun bak penampungan di sedikitnya 11 titik dengan volume 3.670 m.

Mencoba jernihnya air dari gunung

Mencoba jernihnya air dari gunung

Bak penampungan siap membagi air bersih kepada warga desa

Bak penampungan siap membagi air bersih kepada warga desa

SAB Sindang Hayu sdiaudit BPKP

SAB Sindang Hayu diaudit BPKP

Prasasti SAB DesaSindang Hayu

Prasasti SAB DesaSindang Hayu

Maman, Ketua BKAD Saketi.

Maman, Ketua BKAD Saketi.

Air bersih berasal dari bukit yang berada jauh di pinggiran desa berhasil dialirkan  ke dalam-bak-bak tersebut dengan pipa paralon. Air yang berada dalam bak penampungan pun siap dinikmati warga dengan selang-selang yang ada.  Dengan mudah masyarakat setempat mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari. “Tinggal ambil dari bak dengan selang-selang yang tersedia,” ujar seorang warga.

“Masyarakat di sini sejak awal memang antusias mengusulkan SAB ini. Seperti yang Anda lihat sekarang, air yang mengalir sangat jernih, bisa dipakai untuk kebutuhan rumah tangga,” kata Maman, Ketua BKAD Kecamatan Saketi dengan bangga.

Sarana yang memberi manfaat bagi masyarakat ini telah dilakukan Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) pada bulan Desember 2012.  Dengan demikian, masyarakatlah yang sekarang wajib menjalankan pemeliharaan melalui Tim Pemelihara Desa yang ditunjuk. Karena dana yang dihabiskan tidaklah sedikit.

Dari tengah desa ini terlihat bukit menjulang nun jauh di sana. Dari ketinggian itulah air dialirkan ke tengah desa. Dengan demikian, energi masyarakat untuk mengambil air telah berkurang, sehingga mereka bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan lain yang dapat mendukung kesejahteraan keluarganya. Inilah dampak yang dirasakan langsung oleh warga setempat.

“Karena kini, air mengalir dari jauh,,” kata Maman dengan nada puitis.  (IEC)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s