Supriyatna, PJOK Carita : “Perjuangan Membangun Pemahaman”

supriyatna

 

Dalam pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di desa-desa, hal yang sangat penting diperhatikan adalah memberi pemahaman kepada masyarakat, terutrama para pemuka di desa, agar mengerti aturan atau prosedur yang berlaku dalam program.  Setidaknya demikianlah yang dirasakan, Supriyatna, Penanggungjawab Operasional Kegiatan (PJOK) Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.

“Saya rasa yang terpenting adalah pemahaman terhadap program itu sendiri. Karena tidak semua lapisan masyarakat  dapat mengerti aturan atau kebijaksanaan program.  Kalau para pemuka dan tokoh masyarakat desa mengerti, maka program akan mudah dilaksanakan. Tapi jika mereka kurang paham, maka program ini akan tersendat-sendat. Masyarakat kan menurut pada pemimpinnya,” ujarnya baru-baru ini di ruang kerjanya.

Ia menggambarkan contoh, jika pemahaman program masih rendah terkadang masih ada masyarakat di kecamatan yang ingin memperoleh dana secara merata, dibagi-bagi dengan nilai sama untuk semua desa sehingga dianggap tidak perlu di-ranking.

“Nah, itu kan kurang sesuai dengan kebijakan program ini,” jelasnya.

Disamping itu, pengajuan usulan benar-benar dari masyarakat yang mengerti kebutuhannya, dan para perangkat harus ikut memfasilitasi warganya tersebut, sehingga usulan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Bukan karena keinginan semata-mata.

Karena itu dikatakannya, memberi sosialisasi program itu tidak boleh berhenti di tahapan awal saja, tetapi secara terus-menerus. Baik kepada masyarakat penerima manfaat maupun tokoh pemuka desa itu sendiri.  Dan masyarakat pun harus terus memantau kegiatan, jangan sampai terjadi penyimpangan yang merugikan masyarakat.

“Karena itu dalam setiap pertemuan atau kunjungan ke desa-desa, kami selalu berusaha berdialog dengan semua pihak dalam rangka memberi pemahaman mengenai program ini. Alhamdulillah, masyarakat di sini rata-rata bisa memahami. Kan pada akhirnya, semua hasil kegiatan akan menjadi milik bersama masyarakat,” Ungkap Supriyatna. (IEC)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s